Tauhid merupakan konsep dasar dalam agama Islam yang mengajarkan tentang keesaan Allah. Dalam konteks aqidah, tauhid menjadi fondasi utama yang harus diyakini dan dipahami oleh setiap Muslim. Dalam artikel ini, kita akan membahas mengapa tauhid dianggap sebagai aqidah asli manusia, serta implikasinya dalam kehidupan sehari-hari.

Pengertian Tauhid

Tauhid berasal dari kata “wahid” yang berarti satu. Dalam istilah agama, tauhid berarti mengesakan Allah dalam segala aspek, baik dalam rububiyah (ketuhanan), uluhiyah (ibadah), maupun asma wa sifat (nama dan sifat Allah). Tauhid membedakan antara pencipta dan makhluk, serta menegaskan bahwa hanya Allah yang berhak disembah.

Jenis-Jenis Tauhid

  1. Tauhid Rububiyah: Mengakui bahwa Allah adalah pencipta, pemelihara, dan pengatur alam semesta.
  2. Tauhid Uluhiyah: Mengakui bahwa hanya Allah yang berhak disembah dan tidak ada sekutu bagi-Nya.
  3. Tauhid Asma wa Sifat: Mengakui bahwa nama-nama dan sifat-sifat Allah adalah unik dan tidak ada yang menyerupai-Nya.

Tauhid sebagai Aqidah Asli Manusia

1. Fitrah Manusia

Menurut ajaran Islam, setiap manusia dilahirkan dalam keadaan fitrah, yaitu keadaan suci yang mengenal dan mengakui adanya Tuhan. Fitrah ini merupakan insting alami yang mendorong manusia untuk mencari kebenaran dan keesaan Allah. Dalam Al-Qur’an, Allah berfirman:

“Dan ingatlah, ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan dari sulbi anak-anak Adam dan Dia mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka. Dia berfirman: ‘Bukankah Aku ini Tuhanmu?’ Mereka menjawab: ‘Benar, kami bersaksi.'” (QS. Al-A’raf: 172)

2. Sejarah dan Peradaban

Sejak zaman dahulu, manusia telah mengenal konsep ketuhanan. Berbagai peradaban kuno, meskipun memiliki banyak dewa, pada dasarnya mengakui adanya satu kekuatan yang lebih tinggi. Tauhid menjadi landasan bagi banyak ajaran agama, termasuk agama-agama samawi seperti Yahudi dan Kristen, sebelum akhirnya menjadi inti ajaran Islam.

3. Dampak Tauhid dalam Kehidupan

Mengamalkan tauhid dalam kehidupan sehari-hari memberikan banyak manfaat, antara lain:

  • Kedamaian Hati: Dengan meyakini bahwa hanya Allah yang berkuasa, seseorang akan merasa tenang dan tidak tergantung pada makhluk.
  • Kekuatan Spiritual: Tauhid memperkuat iman dan keyakinan seseorang dalam menghadapi berbagai ujian hidup.
  • Persatuan Umat: Tauhid menjadi pengikat bagi umat Islam, menciptakan solidaritas dan persatuan di antara mereka.

Kesimpulan

Tauhid adalah aqidah asli manusia yang harus diyakini dan dipahami dengan baik. Sebagai fondasi iman, tauhid tidak hanya berfungsi sebagai keyakinan spiritual, tetapi juga sebagai panduan dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Dengan memahami dan mengamalkan tauhid, kita dapat mencapai kedamaian, kekuatan, dan persatuan dalam masyarakat.

Referensi

  • Al-Qur’an
  • Hadis Nabi Muhammad SAW
  • Buku-buku tentang aqidah dan tauhid

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *